UEFA Ancam Larang Chelsea Tampil di Liga Champions, Ini Alasannya
katamerdeka.com – Chelsea merayakan kemenangan besar usai menaklukkan Real Betis 4-1 di final UEFA Conference League, Kamis (29/5) dini hari WIB. Namun, di balik euforia juara, klub asal London itu justru menghadapi ancaman serius: larangan tampil di Liga Champions musim depan.
Dikutip dari Sportbible, UEFA mempertanyakan laporan keuangan Chelsea yang diduga melanggar aturan batas pengeluaran. Otoritas sepak bola Eropa itu menolak mengakui penjualan tim wanita dan dua hotel kepada perusahaan saudara sebagai bagian dari neraca keuangan klub.
Jika UEFA menetapkan bahwa Chelsea melanggar aturan Financial Sustainability Regulations, maka The Blues bisa menerima sanksi berupa larangan bermain di kompetisi antarklub Eropa selama satu musim.
Chelsea sebenarnya telah menyepakati pembayaran denda dan berjanji memperketat pengeluaran, namun jika mereka melanggar ketentuan tersebut, sanksi berat tetap bisa dijatuhkan.
Musim ini, Chelsea finis di posisi keempat Liga Inggris dan seharusnya berhak tampil di Liga Champions 2025/2026. Namun, jika sanksi dijatuhkan dalam musim mendatang, maka hukuman larangan tampil bisa berlaku untuk musim selanjutnya (2026/2027).
Di tengah isu sanksi, Chelsea tetap mencetak sejarah baru dengan menyabet gelar UEFA Conference League, melengkapi koleksi gelar antarklub Eropa mereka. The Blues kini menjadi satu-satunya klub yang pernah menjuarai Liga Champions, Liga Europa, Piala Winners, dan Conference League.
Chelsea bangkit setelah sempat tertinggal di menit ke-9 lewat gol Abdessamad Ezzalzouli dari Real Betis. Namun, tim asuhan Enzo Maresca membalikkan keadaan dengan empat gol yang dicetak Enzo Fernandez, Nicolas Jackson, Jadon Sancho, dan Moises Caicedo.
Kemenangan 4-1 di Stadion Tarczynski, Polandia, menutup musim 2024/2025 Chelsea dengan prestasi manis. Meski begitu, masa depan mereka di Liga Champions masih menggantung, tergantung hasil investigasi UEFA yang sedang berlangsung.







Comment