Mentan Ungkap Peredaran Pupuk Palsu dan Beras Ilegal, Kerugian Capai Ratusan Triliun
katamerdeka.com – Mentan, Amran Sulaiman, mengungkap temuan mengejutkan terkait peredaran pupuk palsu di wilayah Jawa Tengah. Dalam hasil investigasi awal, ditemukan lima jenis pupuk tidak asli yang diduga menyebabkan kerugian besar bagi para petani.
“Baru lima jenis pupuk palsu saja sudah membuat kerugian hingga Rp 3,2 triliun. Tapi ini bukan soal nominalnya saja yang lebih parah, banyak petani langsung jatuh bangkrut. Padahal sebagian besar mereka menggunakan dana KUR,” ungkap Amran dalam pernyataan video yang diterima media, Sabtu (12/7/2025). Ia pun mengecam praktik ini sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan.
Atas kasus tersebut, Kementerian Pertanian telah melaporkan temuan tersebut kepada Kapolda Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Selain pupuk, Kementan juga menemukan praktik curang dalam distribusi beras. Mulai dari kualitas beras yang tak sesuai label, hingga berat yang tak sesuai dengan kemasan.
Amran menjelaskan, “Ada kemasan yang tertulis 5 kilogram, ternyata isinya hanya 4,5 kilogram. Bahkan, sekitar 86 persen beras yang diklaim sebagai premium, nyatanya kualitasnya standar saja.” Ia memperkirakan, selisih harga yang timbul akibat penipuan ini bisa mencapai Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram.
Dampak dari praktik tersebut sangat besar. “Kalau ditotal, potensi kerugian masyarakat bisa mencapai Rp 99 triliun per tahun. Bayangkan jika praktik ini terjadi selama lima hingga sepuluh tahun itu setara dengan Rp 500 triliun hingga Rp 1.000 triliun,” tegasnya.
Temuan ini membuka mata tentang skala kerugian dan dampak langsung terhadap petani dan konsumen. Kementan memastikan akan terus melakukan penindakan dan pengawasan terhadap distribusi pupuk dan pangan di Indonesia.








Comment