JAKARTA – Minat baca orang Indonesia itu rendah, tak hanya di level bawah, level menengah atas pun tak jauh beda. Yang menengah atas hanya fokus pada bacaan-bacaan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka saja. Sehingga pengetahuan umum mereka kurang.

Di tengah tuduhan tingkat literasi rendah, beberapa anak muda membuat insiatif untuk mendekatkan banyak orang dengan buku. Mereka membentuk klub-klub baca.

Setiap bulan, beberapa orang datang berkumpul di satu tempat di Jakarta, membawa buku bacaan mereka masing-masing. Pada pukul 10 pagi, tanpa aba-aba, mereka mengeluarkan buku – atau e-reader – dari tas mereka, dan mulai membaca dalam senyap.

Satu jam kemudian, mereka foto bersama, kemudian bubar. Itulah yang terjadi di setiap sesi ‘Baca Bareng’.

Tidak seperti klub buku pada umumnya, mereka tidak mensyaratkan keanggotaan, tidak menentukan buku yang harus dibaca, dan tidak mengharuskan sosialisasi.

“Baca Bareng itu komunitas yang bukan komunitas beneran ya karena di ‘Baca Bareng’ itu tidak mengikat, “ kata inisiatornya, Hestia Istivani saat sesi Baca Bareng di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di kawasan Blok M, Jakarta, beberapa waktu lalu.