katamerdeka.com – Gelombang massa buruh dari berbagai penjuru Jabodetabek hari ini mengepung dua pusat kekuasaan negara Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan Jakarta dalam aksi unjuk rasa besar-besaran yang dimulai pukul 09.00 WIB.

Aksi ini digalang oleh Partai Buruh di bawah pimpinan Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Bergabung pula Koalisi Serikat Pekerja, yang terdiri dari berbagai serikat buruh sektor industri dan jasa.

Ribuan peserta diperkirakan datang dari berbagai daerah penyangga Ibu Kota, seperti Karawang, Bekasi, Tangerang, Bogor, Depok, hingga wilayah DKI Jakarta sendiri, membawa semangat perubahan dan enam tuntutan besar.

Enam Tuntutan Buruh:

  1. Hapus sistem outsourcing dan tolak upah murah.

  2. Naikkan Upah Minimum 2026 sebesar 8,5–10,5%.

  3. Stop PHK massal! Bentuk Satgas khusus pengawasan PHK.

  4. Reformasi sistem pajak perburuhan, termasuk penghapusan pajak THR dan JHT.

  5. Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa konsep omnibus law.

  6. Perbaikan kondisi kerja dan jaminan sosial pekerja.

Di sisi lain, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang diketuai oleh Jumhur Hidayat menegaskan tidak ikut serta dalam aksi hari ini. Ia telah menginstruksikan 3 juta anggota KSPSI di seluruh Indonesia untuk tidak turun ke jalan.

“Kalau dialog masih bisa dilakukan, kenapa harus demo? Kami sudah siapkan draft usulan resmi untuk didiskusikan dengan DPR, pemerintah, dan pengusaha,” tegas Jumhur, Rabu (27/8).

Sebagai organisasi buruh tertua dan terbesar di tanah air didirikan sejak 1973 KSPSI memilih pendekatan dialog strategis ketimbang aksi massa.

Peta Aksi dan Rute Massa Buruh

Aksi difokuskan di dua titik panas: DPR RI Senayan dan Istana Negara. Ribuan buruh diperkirakan memasuki Jakarta melalui jalur-jalur utama berikut:

  • Dari Cikarang: melalui jalan tol langsung menuju DPR RI.

  • Dari Cikupa–Balaraja: menempuh tol arah pusat kota Jakarta.

  • Dari Bogor dan Depok: bergerak lewat Jalan Raya Bogor.

  • Dari Pulo Gadung–Sunter: melalui jalur arteri ke Senayan.

Aksi 28 Agustus ini menjadi salah satu unjuk rasa buruh terbesar sepanjang 2025, dengan atmosfer yang dipenuhi semangat perjuangan di tengah wacana kebijakan ketenagakerjaan yang terus berubah. Apakah pemerintah akan membuka ruang dengar yang lebih luas, atau justru mempertahankan pendekatan lama? Semua mata kini tertuju ke Senayan dan Istana.